TIPS & TRIK NEWS TECHNO GAMES OTAKU KULINER

Jangan Menyerah Pada Amarah, Yuk Melatih Kesabaran Dengan Cara Berikut

Rianda Prayoga | Senin, 01 Apr 2019 - 07:09 AM

Tulis disini...Masihkah kamu suka sering kehilangan kontrol emosi diri? Suka marah - marah gak jelas, padahal cuma masalah sepele. Waduh, kalau kebiasan demikian masih sering terjadi dalam hidupmu. Sebaiknya sudah harus berpikir bagaimana caranya melatih kesabaran. Supaya kamu gak jadi pribadi "sumbu pendek" yang mudah terpancing emosinya.

Jadi orang yang sabar memiliki berbagai keunggulan. Pergaulan dengan orang lain terjalin baik. Wajah jadi terlihat awet muda, karena gak sering tegang urat karena emosi. Juga hidup lebih bahagia karena dipenuhi hormon bahagia.

Sekalipun ada orang yang bilang jadi orang sabar selalu ditindas. Tapi menjadi orang sabar jauh lebih baik dari seorang pemarah. Yuk jadi orang sabar. Berikut Cara Melatih Kesabaran Agar Gampang Emosi.

Baca juga

Bersyukur dan ikhlas

Sujud syukur M. Salah © themuslimvibe.com

Langkah pertama untuk kamu melatih kesabaranmu ialah memperbanyak rasa bersyukur dan ikhlas. Dengan begitu diharapkan kamu dapat lebih jernih menyikapi suatu masalah.

Satu hal yang perlu kamu ingat, gak ada satu hal di dunia ini yang mutlak milik kamu sendiri. Sesuatu apapun itu bisa datang dan pergi kapanpun dan dimanapun.

Ketika  kamu diberi sesuatu oleh orang lain, maka syukuri. Begitupun bila memberi juga perlu ikhlas.

Apapun bisa saja terjadi menimpa hidupmu, baik atau buruk. Dengan memberbanyak rasa syukur dan ikhlas, diharapkan kamu bisa lebih pasrah bahwa sesuatu hal bisa saja gak sesuai harapan. Tapi menerima dan menjalaninya dengan sabar itu yang penting.

Mulai dulu dari hal kecil dan sederhana. Bersyukur bila setiap pagi masih diberi kesempatan untuk hidup. Masih bisa meraih rejeki dan cita-cita. Suatu kenikmatan yang hakiki. Tapi juga perlu ikhlas bila suatu waktu kenikmatan itu sirna.

Dasarnya itu, bersyukur dan ikhlas. Ketika nanti kamu tertimpa masalah. Maka sikapi dengan jernih. Bahwa ternyata bukan cuma kamu saja yang punya masalah. Lihat juga orang lain yang juga bergelut dengan masalah masing-masing yang jauh lebih berat. Namun mereka masih tegar menjalani.

Jangan turuti emosi, santai saja

Lawan amarah dan santai © pixabay.com

Ada pendapat yang bilang sabar ada batasnya. Kadang kita sudah sekuat mungkin untuk sabar. Namun nyatanya pertahanan emosi kita masih suka bobol. Gak papa, itu manusiawi. Walaupun gak baik keseringan begitu.

Nah, kalau kamu masih begitu. Maka kamu harus menyatakan perang pada amarah dalam diri kamu sendiri. Sederhananya, jangan gampang menyerah dan menuruti kehendak amarahmu.

Berpikir dalam keadaan marah itu gak baik. Maka itu, bila dalam keadaan marah. Fokus utamanya redamkan dulu amarah tersebut. Lebih baik menghindar dulu dari masalah yang dihadapi. Menghindar bukan berarti lari ya.

Karena percuma bila kita mencoba menyelesaikan masalah dalam keadaan emosi. Tarik nafas dalam untuk menenangkan masalah. Bila keadaan berdiri, maka duduk dulu. Santai saja dulu. Bila keadaan sudah lebih baik dan memungkinkan. Barulah coba berpikir dengan lebih jernih. Jangan coba-coba mengambil keputusan dalam keadaan emosi. Karena hasil kurang baik.

Setiap kesulitan ada kemudahan diujungnya, yakinlah!

Ilustrasi setelah kesusahan ada kemudahan © r.360.ir

Sebagai manusia biasa, langkah untuk diri kita semangat menjalani hidup ini salah satunya memotivasi diri sendiri. Dengan menyakinkan diri kita bahwa diujung kesulitan akan ada kemudahan.

Terkesan seperti angan-angan rasanya. Namun apalagi yang bisa kita berbuat, selain berusaha dan berdoa. Yakin disetiap masalah ada jalan keluarnya.

Justru menganggap kesulitan akan berakhir kesulitan. Membuat diri kita kehilangan motivasi. Dan berpikir untuk lari dari masalah.

Lari dari masalah bukanlah solusi. Karena masalah juga akan mengejar kemana kita lari. Sementara kita berlari mengejar masalah lainnya.

Tetap berani menghadapi suatu masalah. Yakinlah akan ada suatu kemudahan bila kita mau berusaha. Dengan begini kita jadi semakin dewasa dan sabar menghadapi masalah.

Memaafkan orang lain

Memberi maaf © kitamuda.id

Salah satu sumber pemicu amarah ialah orang lain yang ada disekitar kita. Tingkah orang lain yang ada disekitar kita terkadang memang sangat menyebalkan.

Namun juga gak ada manfaatnya menyimpan kebencian kepada orang lain terlalu lama. Hanya menimbulkan penyakit hati saja.

Bila ada orang tersebut sudah meminta maaf kepadamu, maka kamu maafkan saja. Tapi bila orang tersebut tidak menyadari kesalahannya, maka maafkan juga. Dengan catatan, kurangi bergaul dengan orang-orang seperti itu.

Bergaul dengan orang-orang sabar

Bersabar menghadapi amarah © merdeka.com/shutterstock/stocklite

Menjadi omong kosong bila diri kita ingin menjadi orang sabar, namun bergaulnya dengan orang-orang pemarah dan menjengkelkan.

Kamu pernah dengan istilah bahwa kalau kita bergaul dengan penjual minyak wangi, maka sedikit banyaknya akan kecipratan wanginya. Bukan mengajurkan pilih-pilih teman. Namun kita juga pernah paham lingkungan seperti apa yang baik untuk diri kita.

Bergaul dengan orang-orang sabar, sedikit banyaknya kita akan terbawa sabar juga. Diri manusia ini ibarat cermin. Kita melihat orang lain, maka itu juga yang ditirukan.

Dekat dengan orang-orang sabar, kita jadi tahu bagaimana mereka menyikapi suatu masalah. Jangan lupa juga praktekkan juga dalam diri sendiri. Semakin lama kita jadi banyak tahu berbagai perspektif dalam menyikali suatu masalah dan menjadikan kita lebih bijaksana.

Omong-omong, orang kalau cenderung suka marah, pengetahuannya sedikit.

Dekatkan diri pada Allah SWT

Mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa © Antara/Anis Efizudin

Krasaradaan agama memang ampuh menjadi pengingat kita saat suatu ketika dilandah amarah. Mengingatkan diri kita masih ada Allah SWT yang senantiasa mengawasi umatnya. Ujian yang kita hadapi, karena kita dianggap mampu untuk melewatinya.

Dekatkan diri pada-Nya. Mempelajari ilmu agama. Karena setiap agama tentu mengajarkan tentang kebaikan. Terkhusus agama yang diakui di Indonesia.

Menjalankan ibadah juga ampuh membuat kita merasa lebih tenang dan melatih kesabaran. Membaca kitab suci dan juga mengamalkannya.

Langkah demikian sebenarnya bukanlah langkah paling akhir untuk dilakukan demi melatih kesabaran. Melainkan langkah yang paling utama. Di Pancasila juga tertulis "Ketuhanan Yang Maha Esa". Artinya disini sudah jelas sebenarnya pedoman kita menjalani hidupmu ini dengan penuh kesabaran.

Tunggu apalagi, segera terapkan langkah-langkah barusan agar kamu bisa jadi orang yang lebih sabar.

Sumber: Quipper

Tag: Sabar, Syukur Dan Ikhlas, Melatih Kesabaran, Melawan Amarah

Rianda Prayoga

Orangnya gak banyak bicara, sedikit cuek, tapi lumayan ramah

biartau
"The more that you read, the more things you will know"
Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp

Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp






Copyright © 2019 Biartau All rights reserved.