TIPS & TRIK NEWS TECHNO GAMES OTAKU KULINER

Politikus Gerindra Usulkan Tarif MRT Hanya Untuk Warga DKI

Era Rina Juniarti Simanjuntak | Selasa, 26 Mar 2019 - 02:04 PM

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta menetapkan tarif Moda Terpadu Raya alias Mass Rapid Transit (MRT) Rp8500 per penumpang untuk sekali jalan dan mulai berlaku pada 1 April mendatang.

Diputuskan dalam rapat pimpinan gabungan DPRD Jakarta, yang berakhir Senin (25/03) sore, penetapan tarif ini lebih rendah dari usulan Pemerintah Provindi DKI Jakarta sebesar Rp10.000 per penumpang.

Rapat ini juga memutuskan tarif Light Rail Transit (LRT) yaitu sekali jalan Rp5.000 per orang, lebih rendah dari usulan Pemprov Jakarta Rp6.000.

Baca juga

Ketua DPRD Jakarta, Prasetyo Edi Marudi mengatakan tarif yang mulai berlaku awal April itu diambil berdasarkan kesanggupan dan kemauan warga Jakarta untuk menggunakan MRT dan LRT sebagai moda transportasi umum.

Subsidi akan disalurkan ke penumpang MRT yang diproyeksi sebanyak 65.000 orang/hari sepanjang tahun ini. Dengan makin banyak jumlah penumpang maka subsidi akan bisa ditekan.

Tarif Rp 8.500 sendiri terdiri atas dua komponen, yakni boarding fee yang dipatok sebesar Rp 1.500 ditambah unit price per kilometer (harga per kilometer) yang dikalikan jarak.

Dengan adanya putusan tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Imam Satria mengusulkan subsidi tarif hanya untuk warga DKI saja, sedangkan untuk warga non DKI diberikan tarif yang lebih mahal.

“Kalau menurut saya sih oke oke saja. Tapi menurut saya yang kurang setuju masalah subsidisinya saja. Subsidinya jangan semua orang disubsidi oleh DKI dong, yang di subsidi itu warga DKI saja. Masa warga-warga lain disubsidi oleh APBD DKI, jebol dong APBD kita lama-lama,” kata Iman 

Menurut Imam usulan nya tersebut tidak ada unsur dikriminatif karna dibeberapa Negara juga menerapkan aturan seperti itu. 

“Kok diskriminatif, di mana-mana juga begitu kok, di luar negeri juga begitu kok. Ya warga DKI dong, ya kan supaya pindah makanya disubsidi, tapi kalau semua warga dari luar DKI disubsidi ya ga kuat perhitungan kita, APBD kita lama-lama jebol, besok-besok berapa tahun lagi lama-lama jebol,” terang Iman 

“Buat apa kita punya bank, kan itu tinggal di link aja sama servernya Bank DKI. Nanti begitu di tap kartunya warga DKI yang pakai KTP DKI per km-nya sekian, tapi kalau yang non warga DKI lebih mahal gitu loh,”lanjutnya.

Usulannya tersebut merupakan usulan pribadinya dimana ia belum sempat menyampaikan dalam rapat kemarin.

Walau tarif MRT sudah diketok palu, namun Imam tak mempermasalahkannya. Sebab menurutnya kebijakan itu nanti bisa dievaluasi kembali.

“Ngga apa-apa diketok, berarti mayoritas sudah setuju, nanti bisa di review, ya kan. Coba kamu sebagai warga DKI deh masa mau subsidi semuanya. (Warga non DKI) lebih mahal dikit pantas dong, yak an, harus ada perbedaan dikit dong kalau nggak apa bedanya/bangganya jadi warga DKI? Uangnya pakai uang DKI, tapi juga bayarnya sama dengan warga lain, ini pendapat pribadi ya,”sambungnya.

Tag: Mrt Jakarta , Tarif Mrt, Imam Satria

biartau
"The more that you read, the more things you will know"
Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp

Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp






Copyright © 2020 Biartau All rights reserved.