TIPS & TRIK NEWS TECHNO GAMES OTAKU KULINER

5 Masalah Reproduksi Anak Laki-laki yang Wajib Diketahui Sejak Dini

Novi Nurpajar | Selasa, 14 Jan 2020 - 08:30 PM

Memiliki bayi laki-laki atau perempuan, bahkan keduanya, punya keistimewaan masing-masing. Tak hanya itu, satu hal yang perlu Mama ketahui adalah menyoal kesehatan reproduksi dan kesehatan alat kelamin masing-masing bayi yang berbeda.

Bayi dan anak laki-laki memiliki masalah kesehatan reproduksi dan kesehatan alat kelamin yang khusus. Meskipun begitu, beberapa kasus bisa sembuh jika diobati sejak dini. Berikut admin merangkum 5 masalah reproduksi dan kesehatan alat kelamin bayi dan anak laki-laki, :

1. Testis yang tidak turun

Baca juga

Masalah yang seringkali ditemui ahli urologi anak adalah testis yang tidak turun saat lahir. Kondisi ini sering terjadi pada bayi prematur ketimbang bayi yang lahir cukup bulan. Testis yang tidak turun ini biasanya terjadi pada kedua testis.

Testis yang tidak turun hingga usia enam bulan akan mendapatkan penanganan berupa pembedahan saat anak berusia 1 tahun. Jika tidak segera diatasi, maka anak berisiko kanker. 

2. Penis abnormal

Tidak jarang bayi laki-laki dilahirkan dengan kelainan pada penis. Kelainan bentuk itu harus ditindak jika mempengaruhi fungsinya. Misalnya, menyulitkan anak saat harus buang air kecil dengan berdiri atau mempengaruhi kenyamanan hubungan seksual saat ia dewasa kelak. 

Kelainan penis yang umum dialami adalah:

Hipodispasia

Yaitu lubang kemih yang salah posisi, penis bengkok (korda) dan kulup yang tidak lengkap. Kondisi ini ditangani dengan pembedahan dalam satu prosedur tunggal saat anak berusia 6-18 bulan.

Epispadias

Lubang kemih muncul di bagian atas penis. Pembedahan dilakukan untuk memindahkan lubang ke ujung penis anak.

3. Hidroke

Hidrokel adalah kondisi dimana bayi laki-laki dilahirkan dengan skrotum berisi cairan yang disebut hidrokel. Biasanya akan menghilang dengan sendirinya saat anak menginjak usia 1 tahun. 

Pada anak yang lebih besar, hidrokel bisa disebabkan karena adanya trauma, tumor atau penyakit menular seksual. Untuk itu, dokter perlu mengevaluasi cairan dalam skrotum lewat USG.

4. Torsio testis

Ketika seorang anak melewati masa pubernya, testisnya menjadi lebih berat. Hal ini dapat menyebabkan testis terputar dan memotong aliran darah. Gejalanya meliputi timbulnya nyeri tiba-tiba, pembengkakak dan kemerahan pada skrotum. Jika tidak segera ditangani, anak bisa kehilangan testisnya. Situasi ini sangat berbahaya dan anak harus segera dilarikan ke IGD.

5. Epididimitis

Ketika wadah yang menyimpan dan membawa sperma (epididimis) meradang, anak bisa merasakan sakit pada testisnya. Biasanya kondisi ini dialami anak remaja laki-laki hingga pria dewasa berusia 30 tahunan.

Penyebab paling umum dari epididimitis adalah trauma, jarang buang air kecil yang menyebabkan infeksi ginjal serta penyakit menular seksual. 

Itu dia 5 masalah reproduksi dan kesehatan kelamin bayi laki-laki yang perlu orangtua perhatian. Di sinilah butuh keterlibatan Papa untuk mengecek kondisi kesehatan bayi laki-lakinya dan peran aktif kedua orangtua untuk berkonsultasi ke dokter anak jika ditemukan gejala-gejala yang tak beres pada kesehatan reproduksi anak. 

Tag: Bayi Kecil, Masalah Reproduksi Pada Bayi, Mengobati Bayi Kecil

biartau
"The more that you read, the more things you will know"
Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp

Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp






Copyright © 2020 Biartau All rights reserved.