TIPS & TRIK NEWS TECHNO GAMES OTAKU KULINER

Bahaya pergaulan bebas dikalangan remaja

-iyan | Sabtu, 30 Nov 2019 - 10:29 PM

Tulis disini...BAB I

Pendahuluan
A. Latar belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk sosial pasti memerlukan interaksi dan bantuan terhadap manusia lainnya. Dengan berinteraksi dengan orang lain kita bisa mengungkapkan perasaan kita, keinginan kita dan lain-lain. Apabila kegiatan ini kita lakukan sesuai dengan kebutuhan kita maka hal ini akan berdampak positif pada fisik dan batin kita. Akan tetapi apabila kita terlalu banyak melakukan interaksi dengan orang lain, maka hal tersebut akan berpotensi buruk bagi diri kita. Apalagi untuk kalangan remaja yang biasa berbaur antara laki-laki dan perempuan akan memimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu penelitian tentang pergaulan bebas ini patut dilaksanakan agar masyarakat umum faham akan bahaya pergaulan bebas


B. Rumusan Masalah
    Bahaya pergaulan bebas bagi remaja.
Usia remaja merupakan usia yang rawan khususnya dalam pergaulan. Kemajuan teknologi juga memicu luasnya pergaulan. Pada masa kini, pergaulan bebas menjadi bahaya utama yang dihadapi kalangan remaja. Tak hanya itu, pergaulan bebas juga menimbulkan kekhawatiran para orang tua. Usia remaja yang labil memang sangat mudah "dibodohi" pergaulan.
Pergaulan tak selamanya memberikan efek yang baik. Pergaulan yang buruk atau biasa disebut pergaulan bebas ialah salah satu contoh pergaulan dengan efek buruk. Dampak negatif dari pergaulan bebas, yaitu:
a. Kerusakan moral anak
Pergaulan bebas merupakan salah satu penyebab rusaknya moral anak bangsa. Mereka merasa bebas tanpa diperhatikan oleh orang tua. Sehingga mereka kehilangan akhlak baik yang seharusnya dimiliki. Berbagai hal negatif dapat mereka lakukan untuk memenuhi rasa bahagia. Pergaulan bebas menyebabkan anak kehilangan sikap sopan dan hanya mengikuti zaman.
b. Penggunaan narkotika dan minuman keras

Baca juga


Bahaya Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
Usia remaja merupakan usia yang rawan khususnya dalam pergaulan. Kemajuan teknologi juga memicu luasnya pergaulan. Pada masa kini, pergaulan bebas menjadi bahaya utama yang dihadapi kalangan remaja. Tak hanya itu, pergaulan bebas juga menimbulkan kekhawatiran para orang tua. Usia remaja yang labil memang sangat mudah "dibodohi" pergaulan.

Pergaulan tak selamanya memberikan efek yang baik. Pergaulan yang buruk atau biasa disebut pergaulan bebas ialah salah satu contoh pergaulan dengan efek buruk. Dampak negatif dari pergaulan bebas, yaitu:

a. Kerusakan moral anak

Pergaulan bebas merupakan salah satu penyebab rusaknya moral anak bangsa. Mereka merasa bebas tanpa diperhatikan oleh orang tua. Sehingga mereka kehilangan akhlak baik yang seharusnya dimiliki. Berbagai hal negatif dapat mereka lakukan untuk memenuhi rasa bahagia. Pergaulan bebas menyebabkan anak kehilangan sikap sopan dan hanya mengikuti zaman.

b. Penggunaan narkotika dan minuman keras


Seperti yang telah banyak diberitakan, para remaja kini banyak yang "terciduk" sedang berpesta miras maupun narkoba. Bahkan, tak hanya remaja, anak-anak usia dini juga telah menghisap rokok. Obat-obat terlarang ini mudah ditemukan bila seseorang telah masuk ke zona pergaulan bebas. Hal ini dikarenakan minuman keras dan narkotika dijual bebas dimana pun.

c. Kecelakaan sebelum menikah

Dampak negatif pergaulan bebas yang berdampak besar bagi diri sendiri maupun keluarga yaitu hamil duluan. Kurangnya sex education untuk remaja menjadi sebab utama. Kecelakaan sebelum menikah bahkan telah terjadi pada anak usia Sekolah Dasar (SD). Mereka tidak mengetahui apa yang mereka lakukan dan juga dampak setelah mereka melakukan hal tersebut.

Pergaulan pada masa kini telah memasuki zona berbahaya. Dampak negatif dari pergaulan bebas telah memakan banyak mangsa. Mulai dari kerusakan moral dan penggunaan obat terlarang serta kecelakaan sebelum nikah. Pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja dapat dikurangi melalui perantara utama yaitu orang tua. Orang tua harus memberikan edukasi dan pengawasan yang cukup kepada anak.

C. Tujuan Penelitian
Memahamkan dan menghindarkan masyarakat dari pergaulan bebas khususnya para remaja.
Menurut Elizabeth B. Hurlock (seorang psikolog) masa remaja terbagi menjadi 2, yakni remaja awal usia 13-17 tahun dan remaja akhir 17-21 tahun. Masa remaja merupakan masa di mana seseorang berkembang dan dapat dikatakan usia produktif.

Dewasa ini usia remaja sangat menjadi sorotan karena beberapa sikap serta perilaku yang terjadi pada remaja. Tidak sedikit remaja yang mendapatkan citra buruk akibat pola pergaulannya, teman bermain serta lingkungan sangat memberikan dampak terhadap pola perilaku remaja.

Masa remaja dengan lingungan bermain yang baik akan menghadirkan pergaulan yang baik begitu pun sebaliknya masa remaja dengan lingkungan bermain yang buruk akan menghadirkan pergaulan yang buruk.

Adapun pergaulan buruk dapat juga dikatakan dengan pergaulan bebas. Terdapat berbagai macam jenis pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja mulai dari tawuran, mencuri , minum alkohol , narkoba dan seks bebas (seks diluar nikah).

Dalam hal ini seks bebas lebih menyedot perhatian karena seks bebas merupakan salah satu pergaulan bebas yang sangat penyimpang dan memiliki dampak yang sangat panjang.
Menurut Elizabeth B. Hurlock (seorang psikolog) masa remaja terbagi menjadi 2, yakni remaja awal usia 13-17 tahun dan remaja akhir 17-21 tahun. Masa remaja merupakan masa di mana seseorang berkembang dan dapat dikatakan usia produktif.

Dewasa ini usia remaja sangat menjadi sorotan karena beberapa sikap serta perilaku yang terjadi pada remaja. Tidak sedikit remaja yang mendapatkan citra buruk akibat pola pergaulannya, teman bermain serta lingkungan sangat memberikan dampak terhadap pola perilaku remaja.

Masa remaja dengan lingungan bermain yang baik akan menghadirkan pergaulan yang baik begitu pun sebaliknya masa remaja dengan lingkungan bermain yang buruk akan menghadirkan
pergaulan yang buruk.

Adapun pergaulan buruk dapat juga dikatakan dengan pergaulan bebas. Terdapat berbagai macam jenis pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja mulai dari tawuran, mencuri , minum alkohol , narkoba dan seks bebas (seks diluar nikah).
Dalam hal ini seks bebas lebih menyedot perhatian karena seks bebas merupakan salah satu pergaulan bebas yang sangat penyimpang dan memiliki dampak yang sangat panjang.
Seks bebas (seks di luar nikah) merupakan salah satu pergaulan bebas yang dilakukan oleh usia remaja, di mana masa pubertas dialami oleh usia remaja. Hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organ reproduksi serta mempengaruhi perubahan pada tubuh.
Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka.
Persentase yang cukup besar ini sangat memprihatinkan dan menarik perhatian. Terlebih hal tersebut dilakukan rata--rata dalam hubungan yang belum sah. Mengingat besarnya persentase yang ada sangat diperlukan mediasi dalam permasalahan seks bebas ini.
Adapun peran keluarga dan masyarakat sekitar memiliki pengaruh yang besar terhadap pergaulan remaja. Latar belakang keluarga dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku usia remaja karena keluarga merupakan pendidikan pertama bagi tumbuh dan berkembangnya anak termasuk usia remaja.
Apabila sedari kecil sudah dibekali dengan pendidikan dasar yang kuat serta keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhaan maka anak dalam hal ini usia remaja akan mampu menjaga perilaku dan dapat membentengi diri dari pergaulan bebas dalam hal ini seks bebas.
Akan tetapi tidak hanya peran keluarga dan masyarakat sekitar yang memiliki peran penting dalam mencegah ataupun membentengi diri remaja dari pergaulan bebas, pemerintah pun ikut serta dalam membentengi remaja dari pergaulan bebas.

Adapun dengan beberapa program yang dibuat pemerintah untuk membentengi diri remaja dari pergaulan bebas tersebut.

Salah satu upaya pertama yang dapat dilakukan yakni dengan membatasi tayangan film ataupun video yang beredar di internet dengan konten yang tidak layak untuk di lihat usia remaja.

Tontonan dapat langsung merangsang ke otak dan menjadikannya memori yang cukup lama serta dengan kondisi usia remaja yang baru memasuki fase pubertas menjadikan ketercanduan terhadap tontonan tersebut, kemudian ditambah dengan adanya ketertarikan terhadap lawan jenis yang merupakan fitrah setiap manusia.
Kebanyakan remaja yang terbiasa melihat tayangan yang semestinya tidak dilihat untuk usianya melampiaskan hasrat seksualnya dengan teman lawan jenisnya yang belum memiliki ikatan yang sah oleh sebab itu mengapa seks bebas banyak terjadi di kalangan remaja karena mengingat usianya yang belum mampu mengontrol emosi serta psikis dalam dirinya.

Dalam hal ini sangat diperlukan peran keluarga , masyarakat sekitar dan juga pemerintah dalam mencegah dan membentengi diri remaja dari pergaula bebas mengingat usia remaja merupakan usia yang membutuhkan perhatian penting karena mereka sedang mencari jati diri masing-masing dengan mecoba berbagai hal yang baaru diketahuinya.

Penting juga remaja untuk banyak melakukan aktifitas yang positif serta memilih lingkungan bermain yang baik untuk mengurangi terjadinya pergaulan bebas yang sekarang marak di kalangan remaja. Remaja yang memiliki pengetahuan agama yang baik serta keimanan yang kuat akan mampu membentengi dirinya dari pergaulan bebas dan remaja yang mampu memilih lingkungan bermain serta teman bermain yang baik maka akan terhindar dari pengaruh pergaulan bebas yang kini marak di kalangan remaja.

Maka dari itu peran keluarga sangatlah penting, tumbuh kembang seorang remaja tidaklah terlepas dari peran keluarga.  Dalam hal membentengi diri remaja dari pergaulan bebas alangkah lebih baik apabila di dalam keluarga sedari dini mungkin sudah menerapkan nilai agama serta norma sosial yang berlaku di masyarakat sekitar.

Adanya  pembekalan dasar yang matang paling tidak sudah menanamkan pemahaman dan pedoman dasar dalam menjalankan kehidupan sesuai aturan yang berlaku di masyarakat.

Tidak hanya terlepas dari peran keluarga, peran lingkungan yakni masyarakat sekitar juga sangatlah penting mengingat dalam kehidupan kita tidaklah hanya berinterasksi dengan keluarga akan tetapi kita pun harus bersosialisasi dengan orang lain di mana kita harus menyesuaikan pola pikir dan cara pandang terhadap kehidupan sosial yang berlaku di masyarakat dengan pembekalan ilmu yang telah diberikan keluarga dalam mendidik seorang anak.

Apabila pergaulan dan pendidikan yang diberikan oleh keluarga dikategorikan baik namun lingkungan pergaulan anak tidak baik atau tidak sesuai dengan norma yang berlaku juga tidaklah beralan dengan baik.

 

 

BAB II

Pembahasan
Pada jaman sekarang pergaulan remaja putra dan remaja putri tidak lagi dapat dihindarkan. Yang menjadi masalah adalah kebanyakn mereka tidak bisa membatasi pergaulan tersebut. Sehingga mereka biasa melakukan hal bersama-sama, tidak sedikit orang yang menyesal karena pergaulan saat remaja. Mereka mengaku pernah melakukan hal-hal yang melanggar norma asusila dan orma agama. Tetapi anehnya pada jaman kita ini kebanyakan remaja tidak lagi memperdulikan masalah ini. Hal ini akan berdampak pada masa depan mereka sendiri, mereka akan depresi, stress bahkan bisa gila. Berdasarkan fakta yang telah dirasakan oleh sebagian saudara kita seharusnya kita sadar akan bahaya pergaulan bebas. Memang pergaulan adalah sesuatu yang wajar dilakukan dan itu sudah menjadi fitrah manusia. Yang tidak wajar adalah apabila kita melakukan kegiatan ini terlalu berlebihan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, ada beberapa dampak yang disebabkan dari pergaulan bebas antara lain.

A.Dapat memicu terjadinya seks bebas.
    Secara umum, pengertian dari pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang yang melewati batas dari kewajiban, aturan, tuntutan, syarat, dan perasaan malu.

Pergaulan bebas juga dapat diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama maupun norma kesusilaan.

Pergaulan bebas merupakan sebuah perilaku negatif sebagai ekspresi penolakan remaja.

Beberapa penyebab remaja melakukan pergaulan bebas yaitu kegagalan remaja menyerap norma-norma agama dan norma-norma pancasila, sikap mental yang tidak sehat, pelampiasan rasa kecewa terhadap keluarga yang tidak harmonis, dan lain sebagainya.

Pergaulan memiliki pengaruh yang besar terhadap proses pembentukan kepribadian. Remaja sangat rentan terpengaruh oleh pergaulan yang ada pada lingkungannya.

Remaja harus cerdas untuk menghindari pergaulan bebas, karena seumuran remaja masih mudah goyah dan sedang mencari jati diri.
Selain ciri-ciri diatas, terdapat penyebab dari pergaulan bebas seperti:
1. Taraf Pendidikan Keluarga yang Rendah
Seperti contoh mengizinkan anak yang masih dibawah umur berpacaran tanpa adanya pengawasan. Hal ini dapat menjadi penyebab anak terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak semestinya.
2. Keluarga yang Tidak Harmonis (Broken Home)
Psikis anak dapat terganggu ketika mendapati keluarga yang tidak harmonis. Hal ini membuat anak mencari kebahagiaannya tersendiri dibandingkan didalam rumah. Faktor inilah yang menyebabkan anak terjerumus menuju pergaulan bebas.
3. Keadaan Ekonomi Keluarga
Keadaan ekonomi yang rendah dapat menjadi penyebab seseorang menjadi putus sekolah. Kurangnya ilmu atau pembelajaran membuat anak sulit membedakan hal yang baik maupun yang buruk.
4. Kurangnya Perhatian dari Orang Tua

Kurangnya perhatian dari orang tua membuat anak bertingkah sesuka yang dia mau. Hal ini dapat memicu terjadinya pergaulan yang kurang baik.

5. Lingkungan yang Kurang Baik

Lingkungan yang tidak baik atau dapat dapat dibilang lepas juga memudahkan anak terbawa dalam pergaulan bebas.

6. Kurangnya Kesadaran Remaja

Dampak dari pergaulan bebas yang belum diketahui membuat remaja masih berani untuk melakukan pergaulan tersebut.

7. Penyalahgunaan Internet

Internet yang digunakan secara tidak semestinya juga dapat menjadi faktor seseorang meniru hal yang negatif.
Contoh Pergaulan Bebas
Jenis-jenis pergaulan bebas:
Seks Bebas
Narkoba
Kehidupan malam
Alkohol (Minuman Keras)
Tawuran
Merokok
Dampak Pergaulan Bebas
Beberapa dampaknya meliputi beberapa hal seperti:
1. Ketergantungan Obat
Dimulai dari coba-coba yang berakhir menjadi ketagihan atau ketergantungan. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.
2. Adanya Seks Bebas
Hal yang berujung pada kehamilan di luar nikah memang sudah menjamur kasusnya. Inilah bahaya yang timbul dari pergaulan bebas.
3. Kriminalitas Meningkat
Berusaha mendapatkan apa yang sangat diinginkan, seperti halnya sedang sakaw karena tidak mendapat barang dikarenakan materi yang tidak cukup. Hal ini dapat memicu terjadinya pencurian, perampokan, dan lain-lain.
4. Kesehatan Menurun
Terserang penyakit berupa HIV AIDS karena melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda. Hal ini tentu dapat merusak generasi bangsa.
5. Menurunnya Prestasi
Seseorang yang telah terjerumus ke dunia bebas maka akan cenderung malas untuk meraih prestasi.
6. Hubungan Keluarga yang Renggang
Dapat timbul karena broken home ataupun suatu hal yang menyebabkan anak tersebut kehilangan rasa hormat kepada orang tua yang menyebabkan renggangnya hubungan keluarga.
7. Berdosa
Perbuatan yang melanggar aturan dari sebuah agama tentu akan menimbulkan dosa.
CARA MENGATASI
1. Jujur Pada Diri Sendiri
Harus memikirkan secara sehat, sejatinya seorang mengerti baik buruknya suatu hal.
2. Memperbaiki Cara Pandang
Selalu berpikiran positif dan optimis. Tidak boleh memikirkan hal yang dapat membawa ke arah jalan yang salah.
3. Memiliki Kegiatan yang Positif
Hal ini tentu dapat mengalihkan dari hal yang tidak bermanfaat atau cenderung merugikan.
4. Menjadi Pribadi yang Taat
Maksudnya adalah taat pada perintah Nya agar tidak sekali-kali mencoba hal yang bertentangan sesuai dengan syariat agama.
5. Berpikir Maju
Selalu berpikiran ke depan agar tidak mudah goyah dan terlena akan kesenangan sesaat yang dapat menjerumuskan anda.
6. Menjaga Keseimbangan Hidup
Dapat mengontrol pola pikir, emosi, waktu agar menjadikan di tiap hari-harinya lebih bermanfaat.
7. Sosialisasi
Memberikan informasi kepada masyarakat sekitar tentang bahaya dari pergaulan bebas yang dapat merusak generasi bangsa.
8. Perbanyak Membaca
Semakin banyak membaca, maka secara langsung akan menambah ilmu. Hal ini menjadikan seseorang menjadi pemahaman yang lebih agar tidak mudah terjerumus ke dalam hal yang negatif.
9. Menjalin Komunikasi yang Baik
Menjalin komunikasi yang baik merupakan suatu langkah yang bagus untuk terhindar dari pergaulan yang merugikan.
10. Mengurangi Menonton Acara yang Tidak Baik
Sangat sangat disarankan untuk mengurangi menonton acara yang mengandung unsur kekerasan maupun pornografi.

B.Dapat menyebabkan seseorang kecanduan terhadap narkoba.
Narkoba, rokok, alkohol, game, media sosial, dan seks merupakan beberapa hal yang bisa membuat seseorang kecanduan. Bila sudah menjadi candu, hal-hal tersebut bisa berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan seseorang.
Apa itu kecanduan dan bagaimana cara melepaskan diri dari candu?
Kecanduan adalah kondisi saat seseorang tidak memiliki kendali atas apa yang mereka lakukan, ambil atau gunakan. Kecanduan dapat merujuk pada ketergantungan zat (narkoba, nikotin, atau kafein) atau kecanduan perilaku (judi, seks, atau bekerja).
Cokelat dan kopi juga bisa menimbulkan kecanduan untuk sebagian orang. Namun, ada pula yang bisa mengendalikan diri untuk mengonsumsinya secara berlebihan.
Anda mungkin berpikir bahwa kecanduan sama dengan kebiasaan karena banyak hal-hal sederhana yang dilakukan orang sehari-hari tetapi menimbulkan candu.
Pada dasarnya, kecanduan berbeda dengan kebiasaan. Sebab, kebiasaan dilakukan dengan pilihan. Anda bisa memilih untuk berhenti jika mau. Namun, orang yang kecanduan benar-benar tidak dapat mengendalikannya karena kondisi mental atau fisik yang terlibat.
Saat sudah sampai tahap kecanduan, orang akan menunjukkan kurangnya kontrol diri, tidak peduli bagaimana perilaku mereka dapat menyebabkan masalah, tidak memiliki respons emosional, hingga tidak bisa jauh-jauh dari hal yang membuatnya kecanduan,
Orang yang mulai kecanduan sesuatu bisa mengalami perubahan perilaku, misalnya, menyalahkan faktor luar atau orang lain untuk masalah mereka, peningkatan kecemasan, depresi, kesedihan, dan kesulitan mengidentifikasi perasaan.
Sebenarnya, penyebab kecanduan sangat bervariasi, dan tidak sepenuhnya dipahami. Setiap orang punya penyebab masing-masing yang umumnya akibat kombinasi faktor fisik, mental, dan emosional.
Penyebab lain termasuk ketidakseimbangan kimia di otak dan gangguan mental seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.
Saat mengalami kecanduan, sebenarnya ada beberapa tahapan yang dilewati seseorang, yaitu:
Eksperimen: menggunakan atau melibatkan rasa ingin tahu .
Sosial atau reguler: menggunakan atau terlibat dalam situasi sosial atau untuk alasan sosial .
Masalah atau risiko: menggunakan atau terlibat dalam cara yang ekstrem dengan mengabaikan konsekuensi .
Ketergantungan: menggunakan atau terlibat dalam perilaku setiap hari, atau beberapa kali per hari, meskipun ada kemungkinan konsekuensi negatif.
Bila tak segera ditangani, kecanduan bisa menyebabkan konsekuensi jangka panjang berupa risiko kesehatan fisik seperti penyakit jantung, HIV / AIDS, dan kerusakan saraf, serta masalah psikologis dan emosional, seperti kecemasan, stres, dan depresi.
Tak hanya itu, kecanduan juga bisa menyebabkan seseorang terlibat hukum, rusaknya hubungan dengan orang terdekat, hingga masalah ekonomi seperti bangkrut dan terlilit utang.
Apakah kecanduan bisa disembuhkan? Bisa.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar terlepas dari candu. Pertama, orang yang kecanduan harus mengakui bahwa ada masalah ketergantungan. Ada kemungkinan orang yang kecanduan mungkin tak menyadari bahwa ada masalah ketergantungan dalam dirinya.
Setelah itu, carilah bantuan profesional. Anda bisa pergi ke psikiater. Ada beberapa pilihan pengobatan untuk ketergantungan, ini bervariasi tergantung jenis kecanduan dan bagaimana dampaknya pada pasien.
Umumnya pengobatan termasuk kombinasi program rawat inap dan rawat jalan, konseling, psikoterapi termasuk terapi perilaku dan bicara, serta obat-obatan untuk gangguan mental seperti depresi atau skizofrenia.
Semua jenis kecanduan pun bisa diobati. Segala pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengeluarkan zat adiktif dari tubuh pasien secepat mungkin.
Selain pengobatan untuk melepaskan pasien dari candu. Ada juga perawatan tambahan yang dilakukan untuk kemajuan pasien, termasuk detoksifikasi yang dilakukan di bawah pengawasan medis serta konsumsi obat yang dapat mengurangi atau melawan penggunaan zat terlarang.
Bagi pasien kecanduan yang mengalami gangguan kecemasan atau depresi, dokter juga bisa meresepkan obat tertentu.
Kemudian, ada konseling dan terapi perilaku kognitif untuk membantu seseorang mengenali dan mengatasi situasi yang memicu keinginan untuk menggunakan zat.
Selanjutnya, pasien bisa mengikuti terapi kelompok dan program dukungan agar bisa memanfaatkan pengalaman langsung banyak orang dengan tujuan mendukung pemulihan individu.
Orang yang kecanduan narkoba seringkali tidak menyadari dirinya sudah menjadi pecandu. Mereka merasa tubuh akan terasa sakit bila tidak segera bersentuhan dengan narkoba.
Untuk mengetahui dan membantu seseorang yang kecanduan narkoba agar tidak terbenam semakin dalam, berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai
1. Perubahan suasana hati
Orang yang kecanduan narkoba selalu mengalami mood swings (perubahan suasana hati yang cepat). Mood bisa berubah beberapa kali bahkan tanpa ia sadari.
Hal ini tergantung, apakah mereka berada di bawah pengaruh obat atau tidak.
2. Depresi
Pecandu narkoba rentan mengalami depresi. Seringnya, mereka hanya bisa merasa senang ketika berada di bawah pengaruh narkoba. Begitu tidak mendapatkannya, mood hancur dan jadi depresi.
3. Euforia
Penggunaan obat yang rutin dapat membawa pecandu ke titik euforia yang ekstrem. Hal ini membuat mereka merasa sangat gembira.
4. Perilaku kriminal
Pecandu narkoba akan melakukan apapun untuk mendapatkan lebih banyak obat. Seperti jadi bandar narkoba, mencuri atau merampok.
5. Kecemasan terus menerus
Penggunaan obat-obatan yang terus-menerus menimbulkan kegelisahan.
6. Ingin obat lebih banyak
Kecanduan obat dapat membuat seseorang menginginkan lebih banyak obat. Hal ini akan membuat dosis yang mereka gunakan bisa terus meningkat.
7. Perubahan penampilan
Individu yang kecanduan obat cenderung tampil berbeda dibandingkan sebelum mereka mulai kecanduan. Obat-obatan seperti heroin dan kokain dapat menyebabkan individu menjadi kurus.

C.Dapat menurunkan kesehatan dan daya tahan tubuh.
Daya tahan tubuh memiliki peranan penting bagi Anda, yakni untuk menjaga Anda tetap sehat dan mencegah terjadinya infeksi. Mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan tidur, serta mengonsumsi suplemen rupanya dipercaya mampu meningkatkan daya tubuh untuk menghalau pilek dan infeksi yang mudah menular.

Penambahan suplemen dalam bentuk vitamin dan mineral dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh bisa berfungsi dengan normal, terutama jika kebutuhan gizi dari asupan sehari-hari tidak tercukupi.
Sistem kekebalan tubuh Anda bisa saja menurun jika bakteri, virus, parasit, dan jamur menyerang tubuh. Semua itu tentunya bisa membuat Anda menjadi sakit. Beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya daya tahan tubuh Anda, seperti wabah flu yang sering terjadi saat musim hujan (karena virus bertahan di udara lebih lama pada musim ini), mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kurang tidur, dan mengalami stres.  Perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar, seperti pergantian musim atau ketika masuk musim hujan, juga dapat mempermudah terjadinya infeksi.

Bagi Anda yang aktif melakukan segala aktivitas setiap harinya, tentu sangat mengganggu jika Anda mudah terkena batuk, pilek, dan kondisi yang memengaruhi daya tahan tubuh. Oleh karena itu, Anda harus menjaga daya tahan tubuh Anda dengan beberapa cara di bawah ini, di antaranya:

Cukupi kebutuhan cairan Anda.
Tidur yang cukup.
Konsumsi asupan sehat. Nutrisi yang tepat sangat penting bagi Anda, tujuannya agar sistem kekebalan tubuh Anda bekerja dengan baik. Apa yang Anda konsumsi, bisa sangat memengaruhi kesehatan Anda.
Minum suplemen makanan atau vitamin, namun efek suplemen bagi kekebalan tubuh secara umum masih perlu diteliti lebih lanjut.
Rutin berolahraga. Orang-orang yang jarang beraktivitas dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan bermalas-malasan, terbukti lebih mudah terserang flu atau penyakit menular lainnya. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk rutin berolahraga. Olahraga dipercaya mampu meningkatkan kebugaran Anda secara keseluruhan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, serta menghalau tubuh dari beragam penyakit dan infeksi.
Tidak merokok.
Zat-Zat Penting yang Terkandung dalam Suplemen

Bagi sebagian orang yang mungkin tidak mendapatkan asupan vitamin dari apa yang dikonsumsi, bisa mengonsumsi suplemen makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Akan tetapi, Anda harus mengonsumsi suplemen makanan atau multivitamin sesuai dosis yang disarankan.

Suplemen makanan yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, setidaknya mengandung beberapa zat ini, di antaranya:

Beragam jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh Anda, seperti vitamin A, B, C, dan E.
Panax Ginseng
Ginseng dipercaya sebagai salah satu obat herbal yang paling terkenal di dunia. Ginseng dipercaya mampu meningkatkan kekebalan tubuh Anda, menurunkan kadar gula darah, mampu memperbaiki mood, serta mengatasi kelelahan dan tekanan darah tinggi.
Selenium dan Magnesium
Selenium adalah mineral yang ditemukan di tanah, dan secara alami terkandung di air dan beberapa makanan. Selenium ini memiliki peranan penting dalam proses metabolisme Anda. Selenium rupanya dikenal karena sifat antioksidannya, yakni mampu melindungi sel dari kerusakan. Tak kalah penting dengan selenium, magnesium juga memiliki peranan penting bagi fungsi tubuh. Magnesium adalah mineral yang mampu membantu untuk menjaga tekanan darah tetap normal, tulang menjadi kuat, mengatur irama jantung tetap normal, hingga menjaga daya tahan tubuh Anda.
Echinacea Purpurea
Erchinacea purpurea adalah obat herbal yang banyak digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda, misalnya untuk pencegahan dan pengobatan flu. Penelitian menunjukkan bahwa herbal ini dapat mencegah flu dan mempercepat pemulihan.
Suplemen atau multivitamin cukup berperan untuk daya tahan tubuh Anda. Namun hal itu bukan berarti Anda boleh meninggalkan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Jika beberapa cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yang telah dipaparkan di atas dan suplemen tidak bisa menghalau Anda dari penyakit atau infeksi, ada baiknya Anda konsultasikan kondisi Anda pada dokter.
D.Dapat menyebabkan seseorang melakukan tindak criminal.
Kenakalan anak erat kaitannya dengan kriminalitas anak, dan menurut Sandrock (2003) kenakalan anak mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial seperti tindakan berlebihan di sekolah, pelanggaran-pelanggaran seperti melarikan diri dari rumah sampai pada perilaku-perilaku kriminal. Kenakalan anak tidak hanya tindakan-tindakan kriminal saja, melainkan segala tindakan yang dilakukan oleh anak yang dianggap melanggar nilai-nilai sosial, sekolah ataupun masyarakat. Anak yang berusia 12 sampai dengan 18 tahun (Undang – Undang No. 12 Tahun 2012, merupakan rentang usia yang dalam perspektif psikologi tergolong pada masa remaja yang memiliki karakteristik perkembangan yang mungkin membuat anak sulit untuk melakukan penyesuaian diri sehingga memunculkan masalah perilaku. Anak/remaja Nakal atau kriminal dianggap sebagai anak maladaptive yaitu anak yang tidak dapat melakukan perilaku yang sesuai dengan nilai dan norma sosial.

Dalam menjawab mengapa seorang Anak melakukan tindak kriminal, maka yang didapatkan bukanlah faktor tunggal melainkan berberapa faktor yang secara bersama-sama menjadi sebab terjadinya kriminalitas Anak, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Dalam konteks internal, yang mempengaruhi tindak kriminalitas anak adalah kepribadian, konsep diri, penyesuaian sosial, tugas perkembangan dan kemampuan penyelesaian masalah yang rendah. Sedangkan faktor eksternal adalah bagaimana lingkungan keluarga seperti pola asuh, lingkungan sekolah dan lingkungan teman sebaya berpengaruh terhadap anak.

Faktor Internal
Ketika membahas masalah kenakalan atau tindakan kriminal yang dilakukan oleh anak, hal yang ingin diketahui adalah apa yang melatarbelakangi atau faktor yang menyebabkan anak melakukan tindakan kriminal. Faktor internal yang mempengaruhi perilaku kenakalan oleh anak, merupakan aspek kepribadian yang berasal dari dalam diri anak seperti konsep diri yang rendah (Yulianto, 2009), penyesuaian sosial serta kemampuan menyelesaikan masalah yang rendah, sikap yang berlebihan serta pengendalian diri yang rendah. Konsep diri adalah bagaimana individu memandang dirinya sendiri meliputi aspek fisik dan aspek psikologis. Aspek fisik adalah bagaimana individu memandang kondisi tubuh dan penampilannya sendiri. Sedangkan aspek psikologi adalah bagaimana individu tersebut memandang kemampuan-kemampuan dirinya, harga diri serta rasa percaya diri dari individu tersebut.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Kendal ditemukan bahwa yang menjadi faktor penyebab yang dominan dari siswa-siswa melakukan kenakalan adalah faktor sifat dari remaja itu sendiri (Fuadah, 2011). Penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswa yang melakukan kenakalan dengan kategori rendah (mencontek), sedang (membolos, merokok, memiliki gambar atau bacaan yang berkonten porno), hingga kategori tinggi (seks bebas, minum alcohol, memukul, merusak atau mengambil barang milik orang lain, berkelahi dan tawuran), karena siswa-siswa itu memiliki sikap berlebihan dan memiliki pengendalian diri yang rendah.

Faktor internal berupa ketidakmampuan remaja dalam melakukan penyesuaian sosial atau beradaptasi terhadap nilao dan norma yang ada di dalam masyarakat. Bukti ketidakmampuan anak/remaja dalam melakukan penyesuaian sosial adalah maraknya perilaku kriminal oleh remaja yang tergabung dalam geng motor, membolos serta aksi mereka yang selalu berhubungan dengan tindakan kriminal seperti memalak anak-anak sekolah lain, memaksa remaja lain untuk ikut bergabung dengan geng mereka serta ada beberapa anggota yang pernah melakukan tindakan kriminal pencurian motor. Hal tersebut menunjukkan ketidakmampuan remaja-remaja tersebut dalam berperilaku adaptif, mereka memiliki kemampuan penyesuaian sosial serta kemampuan menyelesaikan masalah yang rendah, sikap.

Selain hal itu, remaja berada dalam tahapan perkembangan yang merupakan transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dengan tugas perkembangan untuk pencarian jati diri, tentang seperti apa dan akan menjadi apa mereka nantinya (Ericson dalam Sandrock, 2003). Dalam kondisi ini maka anak-anak ini berada dalam tahap perkembangan identity vs identity confusion menurut klasifikasi Ericson (dalam Hurlock, 1998). Bila berhasil maka anak akan mencapai tahap perkembangan dipenuhinya rasa identitas diri yang jelas, dan sebaliknya anak akan mengalami kebingungan identitas bila gagal dalam melewati tahap perkembangan ini.

Pada masa ini anak-anak dan remaja juga sedang berada dalam periode strom dan stress, karena pada tahap perkembangan ini mereka bukan lagi anak-anak yang selalu bergantung pada orang tua dan juga bukan orang dewasa yang sepenuhnya mandiri dan otonom, anak-anak ini masih tergantung pada orang tua terutama dalam hal ekonomi di mana semua kebutuhannya masih harus dipenuhi oleh orang tuanya. Kondisi yang dihadapi oleh anak ini dan juga perkembangan fisik dan hormonal menyebabkan kelabilan emosi karena anak terdorong untuk mencari jati dirinya yang secara otonom bersifat unik dan berbeda dari orang lain. Dalam mengembangkan dirinya, seorang anak membutuhkan model dan model perkembangan untuk masa remaja ini bergeser dari figur otoritas orang deewasa seperti orang tua dan guru bergeser pada sebayanya. Pergeseran model identifikasi dalam mencari jati diri ini juga sebagai akibat dari kebutuhan anak untuk otonom dan lepas dari figur orang tuanya.

Dalam kondisi ini maka kondisi psikologis anak pada saat remaja memiliki karakteristik yang labil, sulit dikendalikan, melawan dan memberontak, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, agresif, mudah terangsang serta memiliki loyalitas yang tinggi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa lingkungan pertama seorang anak adalah lingkungan keluarga, ketika meginjak masa remaja maka anak mulai mengenali dan berinteraksi dengan lingkungan selain lingkungan keluarganya. Pada situasi ini, anak cenderung membandingkan kondisi di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan teman sebayanya atau bahkan lingkungan sosial dimana masing-masing lingkungan tersebut memiliki kondisi yang berbeda-beda. Perbedaan berbagai kondisi lingkungan itu, menyebabkan remaja mengalami kebingungan dan mencari tahu serta berusaha beradaptasi agar diterima oleh masyarakat (Sarwono, 2013). Pada saat mengalami kondisi berganda itu, kondisi psikologis remaja yang masih labil, sehingga dapat menimbulkan perilaku kenakalan dan tindak kriminal yang dilakukan oleh remaja.

Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang besar pengaruhnya terhadap anak dengan kriminalitas adalah keluarga dalam hal ini kondisi lingkungan keluarga. Kondisi lingkungan keluarga pada masa perkembangan anak dan remaja telah lama dianggap memiliki hubungan dengan munculnya perilaku antisosial dan kejahatan yang dilakukan oleh remaja. Beberapa penelitian mengenai perkembangan kenakalan dan kriminalitas pada remaja, ditemukan bahwa tindak kriminal disebabkan adanya pengalaman pada pengasuhan yang buruk. Ketiga pola asuh orang tua terhadap anak yaitu pola asuh autoritarian, permissive dan univolved ini menyebabkan seorang anak berperilaku anti sosial.

Pada pola asuh otoritarian, orang tua menerapkan disiplin yang sangat kaku dan terkadang penuh dengan kekerasan, tidak jarang anak mengalami pengasuhan yang buruk, kasar, menyia-nyiakan dan ada kekerasan di dalam keluarga saat anak dalam masa perkembangan awal anak-anak, maka anak akan memiliki harga diri yang rendah. Tidak hanya itu, anak juga akan mengembangkan perilaku kekerasan tersebut pada saudaranya dan juga mengembangkan perilaku antisosial. A Budi (2009) menemukan bahwa pola asuh authoritarian orangtua mempunyai hubungan positif yang sangat signifikan dengan agresivitas pada anak binaan lembaga pemasyarakatan anak Kutoarja Jawa Tengah. Pola asuh otoriter yang diberikan oleh orang tua atau sikap negatif yang ditunjukkan oleh orang tua berupa kedisiplinan yang keras, kemarahan dan kekerasan yang ditunjukkan orang tua dalam pengasuhan dengan perilaku antisosial remaja.

Pola asuh yang dikategorikan sebagai pola asuh permisif indulgen, atau pola asuh neglected parenting atau ada juga yang menerapkan pola asuh otoritarian itu tidak ada pengembangan internalisasi nilai-nilai moral sebagai dasar terbentuknya pertimbangan moral dan hati nurani. Sehingga menurut Evans, Nelson, Porter dan Nelson (2012), dapat mempengaruhi munculnya perilaku antisosial pada anak. Penelitian Torrente dan Vazsonyi (2008) juga menunjukkan bahwa pengasuhan yang diberikan oleh ibu memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap munculnya perilaku kenakalan dan tindak kriminal yang dilakukan oleh anak. Ketika ibu tidak memberikan pengasuhan yang tepat, tidak memberikan perhatian yang cukup pada anak tentang kegiatan di sekolah atau kegiatan dengan temannya dapat memicu terbentuknya perilaku kenakalan dan tindak kriminal pada anak.

Ketika anak mengalami pengasuhan yang buruk, kasar, disia-siakan dan ada kekerasan di dalam keluarga saat anak dalam masa perkembangan awal anak-anak, maka anak akan memiliki harga diri yang rendah, juga akan mengembangkan perilaku kekerasan tersebut pada saudaranya dan juga mengembangkan perilaku antisosial. Kemudian pada saat anak-anak mulai masuk di lingkungan sekolah, anak dengan harga diri yang rendah akan mendapatkan isolasi dari kelompok sebayanya dan mengalami kesulitan dalam sekolah, membolos, serta mengalami kegagalan dalam kegiatan akademik di sekolah. Anak-anak tersebut kemudian berkembang menjadi remaja yang memiliki kecenderungan untuk berasosiasi dalam geng, dan kelompok sebaya yang menyimpang, serta pengarahan diri dalam kekerasan, karena menganggap teman sebaya seperti itulah yang dapat menerima kondisi mereka.

Saat mereka beranjak dewasa, mereka akan meneruskan perilaku kekerasan, penerimaan dan kekerasan dalam hubungan pribadi, dan berkelanjutan dalam siklus kekerasan ketika mereka menikah dan menerapkan pola asuh yang mengandung unsur kekerasan pada anak-anaknya. Sehingga anak-anaknya akan berkembang menjadi individu yang melakukan kenakalan dan tindakan kriminal. Hal tersebut serupa dengan penelitian yang menunjukkan bahwa perilaku agresi atau kekerasan memiliki kontribusi secara genetik atau diturunkan oleh orangtua pada anaknya terutama dalam perilaku antisosial. Pola hubungan di dalam keluarga antara orangtua dan anak yang buruk juga bersifat genetik atau diturunkan. Mekanisme perkembangan perilaku antisosial di atas berbentuk siklus, sehingga tindakan kekerasan atau pengasuhan yang tidak tepat oleh orang tua akan membentuk rantai siklus perkembangan yang menyebabkan anak melakukan perilaku kekerasan atau bahkan tindakan kriminal.

Tekanan yang ada dalam kelompok sosial memiliki pengaruh yang sangat besar. Dan berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa anak-anak terjerat kasus hukum baik kasus asusila, narkoba, pembunuhan maupun perampokan dan pencurian dikarenakan pengaruh dari teman-temannya. Kelompok sosial dan teman sebaya memberikan tekanan yang sangat kuat untuk melakukan konformitas terhadap norma sosial kelompok, sehingga usaha untuk menghindari situasi yang menekan dapat menenggelamkan nilai–nilai personalnya (Baron, Branscombe, dan Byrne, 2011). Konformitas terhadap kelompok, dengan mengikuti perilaku kelompok bertujuan agar anak diterima oleh teman-teman dan kelompok sosialnya (Baron & Byrne, 2005), selain itu perilaku melanggar hukum anak juga dilakukan karena adanya solidaritas sosial yang sangat kuat untuk melindungi dan membela teman kelompoknya. Menurut Hunter, Viselberg dan Berenson (dalam Mazur, 1994), kelompok sosial menjadi kekuatan sosial yang dapat mempengaruhi kebiasaan merokok dan juga narkoba dan tindak kriminalitas lainnya.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan tindakan kriminal ataupun kejahatan, namun perlu disadari, faktor kemiskinanlah yang menjadi modal awal terjadinya tuntutan kebutuhan hidup. Pasalnya dengan hidup dalam keterbatasaan maupun kekurangan akan mempersulit seseorang memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik dari segi kebutuhan sandang (pakaian), pangan (makanan), papan (tempat tinggal), juga pendidikan dan kesehatan.
Selain tidak mampu mencapai kesejahteranan, orang yang dalam kondisi miskin sulit mendapat akses pendidikan. Padahal pendidikan adalah salah satu modal sosial seseorang dalam pencapaian kesejahteraan, dengan pendidikan syarat pekerjaan dapat terpenuhi. Dengan demikian seseorang yang mempunyai penghasilan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari segi ekonomis. Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan sesorang sulit mendapatkan pekerjaan formal, atau mendapat pekerjaan formal/informal dengan pendapatan yang sangat sedikit/kecil, sehingga kebutuhan dasarnya tidak dapat dipenuhi. Keadaan ini, seringgali menjadi pendorong keterlibatan Anak dalam tindak kriminalitas.

Dalam belajar sosial (Bandura dalam Sandrock, 2003), fungsi role model sangat penting. Namun pada saat role model yang tampil di media-media elektronik maupun sosial mempertontonkan perilaku negatif yang bertentangan dengan nilai dan norma masyarakat, misalnya klip musik, iklan, film atau sinetron menampilkan adegan seks bebas, perselingkuhan, kekerasan, transgender, pembunuhan dan kriminalitas. Hal itu dapat menjadi faktor pendorong Anak/Remaja untuk mencoba-coba atau menirunya. Selain itu, perilaku negative yang terus menerus ditampilkan di media massa, juga dapat dianggap sebagai perilaku yang benar secara sosial dan dan menjadi model peran yang ditiru oleh Anak/Remaja.
F.Merusak hubungan baik dengan keluarga, tetangga dan masyarakat.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Maka, kehadiran tetangga dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan. Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ

Artinya: “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36).

Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam juga bersabda,

مَا زَالَ يُوصِينِى جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

Artinya: “Jibril senantiasa bewasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya” (HR. Al Bukhari no.6014).

Agama Islam menaruh perhatian yang sangat besar kepada pemeluknya dalam segala hal dan urusan. Mulai dari bangun tidur hingga akan tidur lagi, semua tidak luput dari ajarannya. Tak terkecuali dalam masalah adab. Berikut ini diantara adab-adab seorang muslim kepada tetangganya yang patut kita perhatikan.

Menghormati Tetangga dan Berperilaku Baik Terhadap Mereka
Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih).

Berkata Al-Hafizh (yang artinya): “Syaikh Abu Muhammad bin Abi Jamrah mengatakan, ‘Dan terlaksananya wasiat berbuat baik kepada tetangga dengan menyampaikan beberapa bentuk perbuatan baik kepadanya sesuai dengan kemampuan. Seperti hadiah, salam, wajah yang berseri-seri ketika bertemu, memperhatikan keadaannya, membantunya dalam hal yang ia butuhkan dan selainnya, serta menahan sesuatu yang bisa mengganggunya dengan berbagai macam cara, baik secara hissiyyah (terlihat) atau maknawi (tidak terlihat).’” (Fathul Baari: X/456).

Kata tetangga mencangkup tetangga yang muslim dan juga yang kafir, ahli ibadah dan orang fasik, teman dan lawan, orang asing dan penduduk asli, yang memberi manfaat dan yang memberi mudharat, kerabat dekat dan bukan kerabat dekat, rumah yang paling dekat dan paling jauh. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu dalam al-Fath (X/456).

Bangunan Rumah Kita Jangan Mengganggu Tetangga
Usahakan semaksimal mungkin untuk tidak menghalangi mereka mendapatkan sinar matahari atau udara. Kita juga tidak boleh melampaui batas tanah milik tetangga kita, baik dengan merusak ataupun mengubah, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaannya.

Dan termasuk hak-hak bertetangga adalah tidak menghalangi tetangga untuk menancapkan kayu atau meletakkannya di atas dinding untuk membangun kamar atau semisalnya. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasul kita shallallahu ‘alaihi wassallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

لاَ يَمْنَعْ أَحَدُكُمْ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَةً فِى جِدَارِهِ

Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menancapkan kayu di dinding (tembok)nya” (HR.Bukhari (no.1609); Muslim (no.2463); dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau; Ahmad (no.7236); at-Tirmidzi (no.1353); Abu Dawud (no.3634); Ibnu Majah (no.2335); dan Malik (no.1462)).

Akan tetapi, diperbolehkannya menyandarkan kayu ke dinding tetangga dengan beberapa syarat,
pertama, tidak merusak atau merobohkan dinding tembok;
kedua, dia sangat membutuhkan untuk meletakkan kayu itu di dinding tetangganya;
ketiga, tidak ada cara lain yang memungkinkan untuk membangun selain menyandarkan kepada tembok tetangga.

Apabila salah satu atau sebagian dari ketentuan di atas tidak dipenuhi maka tetangga tidak boleh memanfaatkan bangunan dan menyandarkannya kepada tembok tetangganya karena akan menimbulkan mudharat yang telah terlarang secara syari’at, “Tidak boleh memberi bahaya dan membahayakan orang lain” (HR. Ibnu Majah (no.2340); dan Syaikh Al-Albani menshahihkannya (no.1910,1911)).

Memelihara Hak-hak Tetangga, Terutama Tetangga yang Paling Dekat
Diantara hak tetangga yang harus kita pelihara adalah menjaga harta dan kehormatan mereka dari tangan orang jahat baik saat mereka tidak di rumah maupun di rumah, memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata dari keluarga mereka yang wanita dan merahasiakan aib mereka.

Adapun tetangga paling dekat memiliki hak-hak yang tidak dimiliki oleh tetangga jauh. Hal ini dikutip dari pertanyaan ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku memiliki dua tetangga, manakah yang aku beri hadiah?’ Nabi menjawab,

إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكَ باَباً

‘Yang pintunya paling dekat dengan rumahmu’” (HR. Bukhari (no.6020); Ahmad (no.24895); dan Abu Dawud (no.5155)).

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam memerintahkan hal tersebut, diketahui bahwa hak tetangga yang paling dekat lebih didahulukan daripada hak tetangga yang jauh. Diantara hikmahnya adalah tetangga dekatlah yang melihat hadiah tersebut atau apa saja yang ada di dalam rumahnya, dan bisa jadi menginginkannya. Lain halnya dengan tetangga jauh. Selain itu, sesungguhnya tetangga yang dekat lebih cepat memberi pertolongan ketika terjadi perkara-perkara penting, terlebih lagi pada waktu-waktu lalai. Demikian penjelasan Al Hafizh dalam Fathul Baari (X/361).

Tidak Mengganggu Tetangga
Seperti mengeraskan suara radio atau TV, melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutupi jalan bagi mereka. Seorang mukmin tidak dihalalkan mengganggu tetangganya dengan berbagai macam gangguan.

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan adanya larangan dan sikap tegas bagi seseorang yang mengganggu tetangganya. Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam menggandengkan antara iman kepada Allah dan hari Akhir, menunjukkan besarnya bahaya mengganggu tetangga. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya’”(HR. Bukhari (no.1609); Muslim (no.2463); dan lafazh hadits ini menurut riwayat beliau, Ahmad (no.7236); at-Tirmidzi (no.1353); Abu Dawud (no.3634); Ibnu Majah (no.2335); dan Malik (no.1462)).

Dan dalam Hadits lainnya, Abu Syuraih radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

وَاللَّه لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

Artinya: “Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. “Sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Bukhari (no.6016)).

Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Artinya: “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Muslim (no.46); Ahmad (no.8638); Al Bukhari (no.7818)).

Jangan Kikir untuk Memberikan Nasehat dan Saran kepada Mereka
Sudah seharusnya kita mengajak mereka agar berbuat yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasehat baik, tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekan mereka. Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Tamim bin Aus Ad Dari radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wassallam bersabda, “Agama itu nasehat.” Kami (para shahabat) bertanya, “Untuk siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,

لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Artinya: “Untuk Allah, Kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin” (HR. Muslim (no.55); Ahmad (no.16493); an-Nasa’I (no.4197); dan Abu Dawud (no.4944)).

Dan nasehat untuk seluruh kaum muslimin adalah termasuk tetangga kita. Tujuannya untuk memberikan kebaikan kepada mereka, termasuk mengajarkan dan memeperkenalkan kepada mereka perkara yang wajib, serta menunjukkan mereka kepada al-haq (kebenaran). Hal ini dijelaskan dalam Kasyful Musykil mim Hadits ash-Shahihain karya Ibnul Jauzi (IV/219).

Memberikan Makanan kepada Tetangga
Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam bersabda kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ

Artinya: “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu” (HR. Muslim). Adapun tetangga yang pintunya lebih dekat dari rumah kita agar lebih didahulukan untuk diberi.

Bergembira ketika Mereka Bergembira dan Berduka ketika Mereka Berduka
Kita jenguk tetangga kita apabila ia sedang sakit, kita tanyakan kehadirannya apabila ia tidak ada, bersikap baik apabila kita menjumpainya, dan hendaknya sesekali kita undang mereka untuk datang ke rumah kita. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka luluh dan akan menimbulkan rasa kasih sayang kepada kita. Karena sebaik-baik manusia adalah yang akhlaknya paling baik. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam dan beliaulah manusia yang memiliki akhlak paling terpuji, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR. Bukhari (no.6035); Ahmad (no.6468); dan at-Tirmidzi (no.1975)).

Tidak Mencari-cari Kesalahan Tetangga
Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan tetangga kita. Jangan pula bahagia apabila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.

Sabar Atas Perilaku Kurang Baik Mereka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda (yang artinya): “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah, … Disebutkan diantaranya: “Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah boleh kematian atau keberangkatannya” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Ketika kita berinteraksi dengan manusia, pasti ada suatu kekurangan atau perlakuan yang kurang baik dari sebagian mereka kepada sebagian yang lainnya, baik dengan perkataan maupun perbuatan. Maka orang yang terzhalimi disunnahkan menahan marah dan memaafkan orang yang menzhaliminya. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ

Artinya: “Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” (QS. Asy-Syuura: 37).

Dan juga Allah Ta’ala berfirman,

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya:“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Ali ‘Imran:134).

Firman Allah “Dan orang-orang yang menahan amarahnya” yaitu apabila mereka diganggu oleh orang lain sehingga mereka marah dan hati mereka penuh dengan kekesalan yang mengharuskan mereka membalasnya dengan perkataan dan perbuatan, akan tetapi mereka tidak mengamalkan konsekuensi tabi’at manusia tersebut (tidak membalasnya). Bahkan mereka menahan amarah lalu bersabar dan tidak membalas orang yang berbuat jahat kepadanya. Wallahu musta’an
G.Menurunkan prestasi di sekolah.
Prestasi merupakan suatu kebanggan bagi para orangtua sebagai hadiah terindah dari anak. Prestasi yang gemilang tentu membuat orang tua merasa bahagia sekali mendapati anaknya kaya akan prestasi. Disisi lain prestasi yang diperoleh anak tidak datang dengan sendirinya. Diperlukan suatu cara atau metode yang dapat dilakukan oleh orang tua atau guru untuk meningkatkan prestasi belajar anak
Cara meningkatkan prestasi belajar anak memang tidak mudah. Hal ini mengingat mood dari seorang anak akan cepat sekali berubah. Itu sebabnya diperlukan kreatifitas dari orang tua atau guru. Berikut ini ulasan mengenai cara meningkatkan prestasi belajar anak yang dapat diterapkan sehari-hari antara lain :

1. Menjadikan Anak Aktif

Anak yang aktif sangat disenangi oleh orang tua dan guru. Dalam proses belajar anak yang aktif tidak hanya menerima apa yang dikatakan oleh gurunya. Dimana anak yang aktif akan lebih banyak bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahuinya. Selain itu anak yang aktif juga akan lebih sering menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh gurunya.
Mendidik anak menjadi anak yang aktif dapat meningkatkan prestasi belajar anak. Ini karena saat anak aktif dalam proses belajar maka dia akan mendapatkan lebih banyak ilmu dari pada anak yang tidak aktif. Selain itu anak yang aktif sangat disukai dalam proses belajar mengajar.
2. Cara Belajar yang Beragam

Cara meningkatkan prestasi belajar anak selanjutnya adalah menerapkan metode belajar yang beragam. Dalam mengajar anak harus ada metode yang diterapkan. Dengan adanya metode belajar yang beragam membuat anak merasa bahwa belajar merupakan hal yang sangat menyenangkan. Ini baik untuk menghindari rasa tertekan yang dirasakan anak dalam belajar.
3. Memberikan Hadiah atas Prestasi Anak

Jika anak memang telah mendapatkan prestasi dalam belajar. Contohnya di sekolah anak juara kelas maka sangat dianjurkan bagi orang tua untuk memberikan semacam hadian sebagai tanda bangga terhadapa anak. Pada umumnya anak-anak memang senang jika diberi hadiah terutama hadiah yang mereka inginkan.

Disisi lain pemberian hadiah yang dilakukan orang tua dapat menjadi pemicu semangat bagi anak untuk terus meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah dan menjadi kebanggaan dari orang tua
4. Mendukung Anak Dalam Belajar

Cara meningkatkan prestasi belajar anak yang keempat adalah dengan memberikan dukungan berupa motivasi bagi anak. Dukungan dari orang tua amat sangat diperlukan bagi anak untuk berprestasi di sekolah. Dengan adanya dukungan dari orang tua anak merasak diperhatikan dan ini menjadikannya giat untuk belajar.

Memberikan dukungan tidak perlu dengan hal-hal yang besar, perhatian seperti menanyakan pekerjaan rumahnya sudah selesai atau belum dapat membuat anak termotivasi untuk belajar lebih rajin
5. Menerapkan Metode Bermain dan Belajar

Fakta menyatakan bahwa seorang anak sangat senang sekali untuk bermain dan belajar. Namun hampir semua waktu dimasa anak-anak dihabiskan untuk bermain bersama dengan teman-temannya. Maka langkah terpenting yang harus dilakukan oleh orang tua atau guru adalah mengajak anak untuk bermain sambil belajar.

Cara belajar yang baik ini telah lama diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar anak. Jadi saat pelajaran sudah dimulai ajak juga anak untuk bermain jika saat itu ia ingin bermain. Para guru dan orang tua tentu tahu cara metode penerapan bermain dan belajar ini dengan baik.
Memberikan Solusi pada Anak
6. Memberikan Solusi pada Anak
Meningkatkan prestasi belajar anak selanjutnya adalah memberikan solusi. Terkadang anak merasa kesulitan untuk melakukan tugas belajarnya. Disini Anda tidak perlu memaksanya untuk menemukan solusi namun berikanlah solusi. Bisa jadi solusi yang Anda berikan ini menjadi pemicunya untuk semangat belajar dan berprestasi disekolah. Karena menyadari bahwa orang tuanya selalu memberikan yang terbaik untuk dirinya.
7. Adanya Intermezo dalam Belajar

Dalam proses belajar dan mengajar juga diperlukan sedikit hiburan dalam selingannya. Tujuan dari intermezo atau hiburan ini adalah untuk merileskan sejenak pikiran anak dari belajar. Belajar memang merupakan kegiatan yang banyak memerlukan otak untuk berpikir. (Baca: Tahap Perkembangan Emosi Anak)

Jadi agar anak tetap santai dan tenang dalam belajar diperlukan juga sedikit intermezo. Dengan adanya intermezo anak akan dapat tertawa kembali dan keadaan menjadi ceria kembali.

8. Cara mengajar dengan selingan  olahraga

Beberapa cara meningkatkan prestasi belajar anak selanjutnya adalah selingan dalam belajar mengajar. Jika selama ini belajar hanya sebatas untuk mendapatkan ilmu saja. Cobalah metode baru yaitu selingan dengan olahraga. Olahraga yang dilakukan bisa senam pagi atau yoga. Selingan olahraga ini bertujuan untuk menfreshkan otak anak sehingga dapat siap untuk belajar lagi.

Melakukan olahraga ini bisa sambil menyetel musik anak-anak yang gembira. Biasa anak senang sekali jika mendengar musik dan secara spontan akan bergoyang. Intinya adalah membuat anak merasakan kegembiraan sambil belajar.

9. Membantu Mengembangkan Bakat Anak

Setiap anak terlahir dengan bakat-bakat yang berbeda. Ada anak yang berbakat dalam olahraga, hitungan dan teori. Bakat setiap anak sudah ada sejak lahir, jadi tugas para orang tua adalah untuk melihat bakat anak dan membantu anak untuk mengembangkan bakat tersebut
Dengan mengembangkan bakat yang sudah ada dalam diri anak, maka tidak akan terlalu sulit untuk meningkatkan prestasi belajar anak. Karena setiap anak senang sekali untuk melakukan apa yang mereka gemari termasuk salah satunya adalah bakat yang dimilikinya.
10. Jujur Pada Anak

Cara meningkatkan prestasi belajar anak selanjuntya adalah jujur. Disini baik para pengajar maupun anak harus jujur tentang apa yang mereka rasakan. Anak-anak pada dasarnya memang selalu berkata jujur. Jadi ajak anak untuk berdiskusi atau bercerita perihal rasa belajar yang dirasakannya.

Dengan ini para pengajar bisa melihat apa saja kendala yang dialami anak saat belajar dan juga apa yang membuatnya termotivasi saat belajar. Dengan itu cobalah lebih banyak lakukan hal-hal yang dapat membuat anak menjadi termotivasi. Setelahnya baru lihat bahwa prestasi belajar anak perlahan meningkat.

11. Tidak Mematahkan Semangat Anak
Orang tua yang baik dan pengajar yang baik tidak boleh mematahkan semangat anak. Ibaratnya saat anak-anak bercita-cita menjadi seorang superman karena sering menonton film superman. Maka orang tua yang dan pengajar yang baik tidak akan langsung mematahkan cita-cita tersebut. Melainkan mendukung dan mencoba mengarahkan ke cita-cita yang lebih logis.

Saat anak-anak sangat wajah jika mereka memiliki cita-cita yang beragam jenisnya. Hal inn tentu didapat anak dengan cara memperhatikan sekitarnya dan apa film yang menjadi kesukaannya.
12. Peduli Terhadap Anak
Cara meningkatkan prestasi belajar anak selanjutnya adalah menunjukkan sikap peduli. Kepedulian dari orang tua teramat penting untuk dirasakan oleh anak. Peduli yang mereka rasakan seperti saat orang tua menyiapkan baju dan memasangkan sepatu. Bisa juga dengan menyiapkan bekal sebelum mereka berangkat ke sekolah.
13. Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan
Menciptkana suasan belajar memang penting, karena suasana juga ikut mempengaruhi anak dalam menerima pelajaran yang disampaikan. Jika suasana belajar menyenangkan maka akan sangat mudah sekali bagi anak untuk menerima pelajaran yang diberikan. 
Pelajaran yang mudah diterima dapat membuat anak berprestasi di sekolah. Selain itu suasana belajar yang menyenangkan juga mendukung segala kelancaran dalam proses belajar dan mengajar.
14. Memberikan Nasehat untuk Anak
Cara meningkatkan prestasi belajar anak keempat belas adalah memberikan nasehat bagi anak. Setiap anak tetap harus besar dibawah nasehat orang tua dan orang terdekatnya. Adanya nasehat dapat membuat anak memilah mana yang baik untuk dikerjakan dan mana yang tidak baik untuk dikerjakan.

Dengan melakukan pekerjaan yang benar maka secara otomatis membuat anak berprestasi dalam belajar. Dan prestasi ini nantinya akan menjadi kebanggan bagi orang tuanya sendiri.

15. Memberikan Pujian atas Prestasi Anak
Setiap anak senang untuk dipuji begitu mereka mendapatkan prestasi yang meningkat dari sebelumnya. Pujian yang diberikan oleh orang tua menambah semangat anak dalam berprestasi. Namun usahakan juga untuk memberikan pujian yang tulus pada anak. Karena meskipun masih kecil anak juga dapat membedakan mana pujian tulus dan tidak.
H..Berdosa dimata Allah.
Dosa dalam Islam memiliki varian nama yang berbeda-beda dengan berbagai makna yang berbeda pula, serta berbagai akibat dari perbuatan yang berbeda. Dosa (dalam arti umum) tidak sesederhana pengertian dosa itu sendiri, ia dianggap dosa (dengan nama-nama tertentu) setelah melakukan suatu perbuatan dengan hukum tertentu yang melekat, demikian juga dengan ampunan dalam dosa tersebut. Maka dalam Islam ada beberapa nama untuk menyebutkan kata dosa, yaitu; al-Itsm, adz-Dzanb, al-Khathiah, asy-Syar, al-Hints, adz-Dzanb, as-Sayyiah, al-Ma’shiyah, al- Jurm, al-haram, al-Fisq, al-fasad, al-Fujur, al-Munkar, al-Fahisyah, al-Khabt, al-Lamama, al- Wizr wats-tsiqal.

Nama-nama tersebut memiliki arti yang berbeda, hukum yang berbeda dan cara pengampunan yang berbeda. Dengan nama-nama yang berbeda, menunjukkan banyaknya perilaku manusia yang bemacam-macam dengan perbuatan yang dilanggarnya.

Dosa (istm) menurut bahasa adalah melakukan tindakan yang tidak dihalalkan.

Dzamb sesuatu yang mengikuti, segala perbuatan yang menyalahi aturan Allah dan RasulNya akan mendapatkan balasan di dunia dan Akhirat,

Khatiah, bermakna kesalahan, yaitu sesuatu perbuatan yang menyalahi perintah Allah dan Rasulnya, dan terkadang bermakna dosa besar.

Fisq, artinya keluarnya biji kurma dari kulitnya, orang yang melampaui batas hukum-hukum Allah (Mu’jam Maani),

Ishyan, keluar dari ketaatan, menyalahi perintahnya

Dalam al-Qur’an terma untuk kata dosa juga banyak digunakan seperti khati’ah, zanbun, Ismun, Fisq, Isyan, ‘Utwun dan fasad dan Kata-kata ini digunakan oleh al-Qur’an untuk menyatakan suatu sikap dan perbuatan manusia yang bersifat pelanggaran terhadap moral dan hukum Tuhan. Walaupun al-Qur’an menyebutkan kata-kata itu dengan terma yang berbeda-beda, namun perbedaan yang prinsipil tidak ada, secara umum artinya hampir sama.

Secara istilah dalam bebarapa kitab, para ulama berada pada satu pemahaman, bahwa dosa adalah perbuatan yang melanggar perintah Allah dan RasulNya, yang telah ditetapkan sebelumnya untuk dita’ati, dan pelakunya diberikan sangsi (uqubat) baik di dunia dan di akhirat. Atau meninggalkan perbuatan yang sudah ditetapkan hukumnya oleh Allah dan RasulNya.

Dosa dalam berbagai variannya adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah, pelakukan akan mendapatkan sangsi baik di dunia dan diakhirat, karena ia bentuk dari pembangkangan terhadap perintah Sang Pencipta, yang telah menjadikannya berada di dunia untuk menta’ati perintahNya dan menjahui segala laranganNya.

Dalam bentuk apa pun dosa itu, tetap sebuah pelanggaran, baik dosa; kecil, sedang, dan besar, dan setiap pelanggaran ada sangsinya. Sangsinya Allah yang menetapkan, walau pada akhirnya hanya Allah dengan segala rahasianya yang memberikan keputusan terakhir; diampuni atau disiksa. Ada dosa yang diampuni dan ada dosa yang tidak diampuni, ini juga hak Allah, tetapi Allah dalam banyak Ayat al-Qur’an menegaskan; bahwa Allah maha pengampun, bagi orang yang memohon ampunan padaNya.

Apakah Islam tidak tegas dalam pemberian ampunan, ketika semuanya harus dikembalikan kepada Allah?.

Di sinilah keindahannya, bahwa yang ghaib (transenden) hanya Allah yang tahu, dan hanya keimanan seseorang yang dapat menangkap keghaiban itu, dan ujian keimanan seseorang jika ia percaya akan hal yang ghaib.

Kategori Dosa
Dosa memiliki tingkatan yang beragam, dan kerusakan akibat dosa itu juga beragam, maka hukumannya di dunia dan di akhirat beragam. pangkal dasar dari dosa itu dua, yaitu meninggalkan perintah (tark ma’mur) dan mengerjakan larangan (fi’l mahdhur).

Dosa dari berbagai aspeknya di atas, dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Menurut kadarnya, yaitu dosa besar dan dosa kecil.

Dosa besar adalah dosa yang dilakukan dan akan diberikan sangsi di dunia dan di akhirat (neraka). Sedangkan menurut Adh-Dhahak Dosa besar adalah dosa yang telah diperingatkan oleh Allah, berupa hukuman yang pasti di dunia dan siksa di akhirat.

Sedangkan menurut Sufyan ats-Tsaury, Dosa besar ialah segala dosa yang di dalamnya terdapat kedhaliman antara dirinya dan orang lain. Sedangkan dosa kecil ialah yang di dalamnya ada kedhaliman antara dirinya dan Allah, sebab Allah Maha Murah hati dan pasti mengampuni. Dosa besar ada yang diampuni dan tidak diampuni, yang tidak diampuni berupa syirik (menyekutukan Allah), sedangkan yang bisa diampuni adalah selainnya.

Di antara dosa besar, sebagaimana dalam al-Qur’an dan Hadist adalah:

“Dan, orang-orang yang tidak menyembah sesembahan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina.” (Al-Furqan: 68).

“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian.” (An-Nisa’: 31).

“Orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil.” (An-Najm: 32).

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. (al-Kahfi; 49)

“Jauhilah oleh kalian tujuh kedurhakaan”. Mereka bertanya, “Apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri saat pertempuran, menuduh wanita-wanita suci yang lalai dan beriman.” Diriwayatkan oleh (Bukhari dan Muslim)

Dalam Islam yang termasuk dosa besar adalah syirik, berzina, membunuh, berputus asa dari rahmat Allah, mendurhakai orang tua, merasa aman dari ancaman Allah, menuduh orang baik- baik berzina, memakan riba, lari dari medan pertempuran, memakan harta anak yatim, dan lainnya, masih ada beberapa dosa yang dikatagorikan sebagai dosa besar oleh al-Qur’an dan Hadis.

Sebagaimana riwayat yang menceritakan bahwa Sa’id bin Jubair berkata, “Ada seseorang bertanya kepada Ibnu Abbas tentang dosa-dosa besar, apakah jumlahnya ada tujuh? Maka Ibnu Abbas menjawab,

“Jumlahnya lebih dekat dengan tujuh ratus macam. Hanya saja tidak ada istilah dosa besar selagi disertai istighfar, dan tidak ada istilah dosa kecil selagi dilakukan terus-menerus. Segala sesuatu yang dilakukan untuk mendurhakai Allah, disebut dosa besar. Maka barangsiapa yang melakukan sebagian dari dosa itu, hendaklah memohon ampunan kepada Allah, karena Allah tidak mengekalkan seseorang dari umat ini di dalamneraka kecuali orang yang keluar dari Islam, atau mengingkari satu kewajiban atau mendustakan takdir.”

Sedangkan dosa kecil adalah pelanggaran atau kedhaliman yang dilakukan seseorang yang dapat diampuni oleh Allah dengan melakukan pertaubatan, tanpa melakukan tebusan. Dosa kecil seperti melihat aurat orang lain, dengki, marah, dan lainnya. Tetapi, menurut kebanyakan ulama tidak ada dosa kecil, karena dosa kecil yang dilakukan terus menerus dan diremehkan akan menjadi dosa besar.

2. Dosa jasadiyah (jasad) dan batiniyah (batin)

Dosa jasad adalah dosa yang dilakukan oleh tubuh manusia, seperti; mata, telinga, tangan, kaki, hidung, kemaluan, dan bagian tubuh lainnya. Misalnya dosa mata, ketika seseorang tidak mampu menjaga pandangannya dari kejelekan, mata yang seharusnya melihat penciptaanNya dan segala sesuatu yang dihalalkan, maka dengan melihatnya akan memberikan kekaguman akan ciptaanNya, dan bersyukur akan keberadaanNya.

Demikian sebaliknya, jika ia tidak mampu menjaga pandangannya (lahadzat), maka akan mendatangkan kemurkaan Allah, seperti; melihat kemaksitan, aurat orang lain, dan sesuatu yang dilarang untuk dilihatnya. Karena melihat di antara sumber bencana yang menimpa manusia. Sebagaimana dalam al-Qur’an dan al-Hadis yang menjelaskan seorang muslim harus menjaga pandangannya, agar tidak masuk pada perangkap syaitan.

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (An-Nuur: 30)

“Pandangan adalah panah beracun dari panah-pandah Iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari keelokkan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan mewariskan dalam hatinya manisnya iman sampai hari kiamat”. (Musnad Ahmad)

Sedangkan dosa batin, adalah gerak hati atau rasa yang tidak baik, seperti; hasad, dengki, sombong, kikir, egois dan lainnya. Dan dosa batin, juga harus ditinggalkan seperti dosa jasad sebagaimana dalam al-Qur’an:

“Dan tinggalkanlah dosa dhahir maupun batin” (Al-An’aam :120).

Dan beberapa ulama berpendapat, bahwa dosa batin lebih berbahaya dari pada dosa dhahir, karena dosa batinlah yang memunculkan hasrat untuk melakukan dosa-dosa besar, seperti; hasad, dengki dan amarah, yang dengannya bisa melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Tetapi sebaliknya, jika ia mampu mengendalikan batinnya dari melakukan perbuatan dosa, maka akan seluruh tubuh akan menjadi baik, sebagai hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

“…Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila ia baik, baiklah seluruh jasadnyadan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh jasadnya.Ketahuilah, segumpal daging tersebuta dalah hati” (HR.Al-Bukharidan Muslim).

3. Dosa secara umum

Dosa secara umum terbagi menjadi empat macam: malikiyah, syaithaniyah, sabu’iyah, dan bahimiyah. Keempat macam dosa ini dilihat dari segi sifat-sifat yang dilakukan manusia yang seharusnya sifat tersebut tidak dimiliki dan tidak digunakann oleh manusia yang beriman kepada Allah.

Dosa malikiyah adalah dosa yang dilakukan oleh seseorang karena mengambil kepemilikan sifat Tuhan yang tidak boleh dimiliki oleh manusia. Atau seseorang yang memperlihatkan perilaku yang tidak pantas baginya karena merupakan sifat Tuhan, seperti; merasa besar (‘udhmah), sombong (kibriya’), angkuh (jabarut), memaksa (qahru), merasa tinggi derajatnya (‘ulwu), mempertuhankan diri (isti’badul khalqi), dan beberapa sifat lainnya. Termasuk di dalamnya adalah dosa menyekutukan Allah, menyekutukan nama dan sifat-sifanNya dengan menjadikan Tuhan selainNya, dan menyekutukanNya dalam berinteraksi (muamalah). Dosa menyekutukan (syirk) tidak diampuni oleh Allah, dan masuk katagori dosa besar.
Dosa syaithaniyah adalah perbuatan yang menyerupai perilaku syaitan, atau sifat-sifat syaitan ia gunakan sebagai sifatnya. Perilaku setan, seperti; dengki (hasad), kelewat batas (baghyu), menipu (ghasyu), dendam (ghullu), merayu (khada’), makar (makr), memerintahkan maksiat kepada Allah (bima’shillah), melarang berbuat taat kepada-Nya dengan segala tipu daya (nahyu thaath), serta mengajak berbuat bid’ah dan kesesatan (bida’ wa dhalal). Kerusakan akibat dosa ini di bawah dosa yang pertama.
Dosa sabu’iyah, dosa yang dilakukan dengan meniru sifat-sifat binatang buas (sabuiyah), seperti; permusuhan (adwan), marah (ghadab), pertumpahan darah (samk damak), memanfaatkan orang-orang yang lemah (tashwub dhuafa). Dosa ini mengakibatkan berbagai macam hal yang menyakiti sesama, tidak segan-segan berbuat aniaya, dan juga permusuhan.
Dosa bahimiyah adalah perilaku yang menyimpang, dengan meniru sifat-sifat tidak terpuji yang ada pada binatang, yaitu dosa keserakahan dan ketamakan untuk memenuhi isi perut dan menuruti nafsu kemaluan. Akibatnya adalah timbul perbuatan zina, mencuri, memakan harta anak yatim, kikir, pengecut, suka mengeluh, putus asa, dan lain sebagainya.
4. Dosa yang berhubungan dengan hak Allah dan hak Manusia.

Dosa yang berhubungan dengan Allah adalah perbuatan menyimpang yang dilakukan manusia langsung kepada Allah, seperti; meninggalkan shalat, tidak puasa, tidak haji, menyekutukan Allah, dan dosa lainnya. Dosa-dosa tersebut kemungkinan diampuni oleh Allah kecuali dosa syirik. Sedangkan dosa yang berhubungan dengan manusia adalah melakukan kedhaliman atau melakukan perbuatan menyimpang kepada manusia lainnya, seperti; mencuri, membunuh, merampok dan dosa lainnya yang terkait langsung dengan manusia. Dosa seperti ini, tidak diapuni, kecuali orang yang terkait belum memaafkan atau menghalalkan dosa yang telah diperbuat orang tersebut kepadanya.

Dampak Dosa
Dosa yang dilakukan manusia, tidak akan berhenti pada dosa itu sendiri, tetapi akan berdampak negatif kepada dirinya, orang lain dan lingkungannya, serta hubungan antara dirinya sama Tuhannya.

Menurut Abu Abdillah Muhammad (1997) dalam kitab al-jawab al-kafi liman saala an dawa kafi, dosa-dosa itu akan mengakibatkan;

Tertutupnya seseorang dari mendapatkan ilmu yang benar.

Terhalangnya dari beroleh rezeki yang baik.

Ketakutan yang luar biasa, keresahan hati, tidak menemukan keindahan hidup.

Kesulitan dan kesengsaraan.

Hatinya menjadi gelap gulita, karena ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah kegelapan. Bila kegelapan itu bertambah di dalam hati, akan bertambah pula kesesatan si hamba.

Maksiat akan melemahkan hati dan tubuh.

Menghalangi ketaatan kepada Allah.

Satu dosa akan mengundang dosa lainnya, sehingga terasa berat bagi si hamba untuk meninggalkan kemaksiatan.

Dosa akan memperpendek umur, dan akan menghilangkan keberkahannya.
Maksiat akan melemahkan hati dan secara perlahan akan melemahkan keinginan seorang hamba untuk bertaubat dari maksiat.

Orang yang sering berbuat dosa dan maksiat, hatinya tidak lagi peka dalam kebaikan, dan akan terbiasa berbuat dosa.

Setiap dosa, adalah warisan dari umat terdahulu yang dihancurkan oleh Allah.

Maksiat merupakan sebab dihinakannya seorang hamba oleh Rabbnya. Bila seorang hamba terus menerus berbuat dosa, pada akhirnya ia akan meremehkan dosa tersebut dan menganggapnya kecil. Ini merupakan tanda kebinasaan seorang hamba.

Maksiat akan merusak akal. Karena akal memiliki cahaya, sementara maksiat pasti akan memadamkan cahaya akal. Bila cahayanya telah padam, akal menjadi lemah dan kurang.

Perbuatan dosanya akan berakibat pada orang lain, dan sekitarnya.

Bila dosa telah menumpuk, hatipun akan tertutup dan mati.

Perbuatan dosa akan mewariskan kehinaan.

Dosa akan merusak akal, karena akal adalah cahaya, dan dosa akan memadamkan cahaya.

Akan menjadi pelupa.

Terhalang dari mendapatkan doa nabi dan para malaikat.

Hilangnya rasa malu, yang merupakan kebaikan.

Menghilangkan kenikmatan, dan akan selalu merasakan kesengsaraan
BAB III

Penutup
A. Kesimpulan

Bergaul merupakan hal yang dibutuhkan oleh seseorang, yang akan membuat mereka lebih akrab dan mengenal dengan sesama. Tetapi terlalu banyak bergaul juga tidak baik untuk masa depat seseorang. Apalagi pergaulan yang dilakukan adalah sebuah pergaulan tanpa mengenal batas antara satu sama lain. Hal itu akan merusak diri dan masa depan mereka. Dan parahnya hal itu juga akan merusak moral bangsa ini
Pada dasarnya kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
Kenakalan remaja pada zaman sekarang ini disebabkan oleh beberapa faktor. Perilaku nakal remaja disebabkan oleh faktor remaja itu sendiri (internal) maupun fakor dari luar (eksternal).
Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja.
Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya anak tersebut menyendiri. Anak yang demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi.
B.Saran
Perlu adanya tindakan-tindakan dari pemerintah untuk mengawasi tindakan remaja di Indonesia agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja.
Perlunya penanaman nilai moral, pendidikan dan nilai religius pada diri seorang remaja.

biartau
"The more that you read, the more things you will know"
Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp

Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp






Copyright © 2019 Biartau All rights reserved.