TIPS & TRIK NEWS TECHNO GAMES OTAKU KULINER

NEGERI PENGUASA

Muhammad Ribi | Senin, 30 Sep 2019 - 07:20 AM

Lawan.
Satu kata yang terucap ketika keadilan tak lagi dibenarkan
Ketika kebenaran kini menjadi hak prerogatif dari Tuhan
rupanya kini direbut alih penguasa negeri yang gila jabatan
Hancur sudah negeri yang kita cintai

 

Kini bukan lagi penjajah
Tapi kita melawan bangsa kita sendiri
Bahkan turun kejalan harus menahan perihnya hujan peluru yang membabi buta
Dan kata maaf sudah cukup lumrah dari mulut mereka. 
Benar, jeruji hanya untuk rakyat rendahan.

Baca juga

 

Selamat datang negeri yang tak terbantahkan
Dimana suara penguasa lebih didengarkan
Sedangkan jeritan rakyat tak lagi diperdulikan
Itu hanya sekedar cerita hiburan.

 

Bukan menyerah.
Kesalahan bukan untuk kita biarkan
Kini bukan saatnya menyerah
Bukan saatnya ada keputusasaan
Selagi kita bisa melawan, maka lawan
sniper yang menembus tengkorak itu lebih baik bagi seseorang yang mati dijalan kebenaran
 

Kami menolak lupa

Atas kejadian yang menimpah leluhur kami

Bangsa ini kenapa? Kukira kita sedarah

Ternyata yang ada adalah september berdarah

Haruskah G30SPKI terulang

Ataukah terganti menjadi G30SKPK

 

 

Tompobulu, 30 september 2019

 

Mungkin puisi diatas mampu menagajak kita untuk sama-sama menyuarakan kebenaran, sebab kita bukan lagi diera penjajahan tapi lebih tepatnya kita sedang melawan negeri kita sendiri. Kami hanya ingin pemerintah tahu bahwa kami tidak sedang baik-baik saja, tolong jangan buat kami menyesal pernah memilihmu. Jabatan yang kemudian engkau duduki tidak lain adalah karena rakyat yang memilihmu. Kami akan selalu ingat janji-janji yang pernah kau berikan

Tag: #mahasiswaindonesia, #anakstm, #seruanaksi, #tolakruukuhp, #savekpk

biartau
"The more that you read, the more things you will know"
Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp

Hubungi kami / Kerja sama

Facebook
Instagram
Whatsapp






Copyright © 2019 Biartau All rights reserved.